Selamat Ulang Tahun

Coba gratis dan hemat besar-besaran untuk Game MSN terpilih!

MSN menawarkan beragam game lucu yang dapat didownload langsung ke mesin Anda secara gratis, dimainkan selama masa coba terbatas, kemudian dapat dibeli untuk dimainkan tanpa batas. Sebagai penawaran khusus untuk pengguna Windows Genuine Advantage, Anda berkesempatan membeli kumpulan game MSN terlaris dengan potongan 15% dari harga biasa.

Setiap game populer yang tercantum di bawah dapat didownload dan dimainkan secara GRATIS untuk masa coba terbatas. Setelah masa coba ini berakhir, Anda dapat membeli salinan penuh game tersebut tanpa batasan memainkan.

Mainkan semua

Anda dapat mendownload, memainkan dan membeli game yang ditawarkan sebanyak yang Anda mau, atau hanya beberapa saja, selama masa penawaran ini.

Instruksi Mendownload

  • Untuk mendownload dan mengevaluasi setiap game, klik tombol “Download” yang sesuai dari daftar di sebelah kanan. Tergantung pada browser, Anda mungkin akan ditanya untuk “Open”, “Run” atau “Save” file tersebut.
  • Pilih “Open” atau “Run” jika Anda ingin segera menginstal game tersebut. Jika Anda memilih “Save”, Anda dapat mendownload game untuk diinstal pada saat nanti.

Harga Penawaran Khusus

Untuk memastikan harga yang Anda bayarkan bagi setiap game adalah harga promosi yang telah didiskon, game harus didownload dari lokasi ini. Jika Anda mendownload game dari lokasi lain, Anda tidak akan dapat memanfaatkan harga promosi, dan akan ditagih dengan harga pembelian penuh.

Harga pembelian untuk game promosi telah dikurangi dalam game; Anda tidak perlu memasukkan kode promosi dan secara otomatis akan ditampilkan bersama harga khusus.

Selamat bersenang-senang!

Penawaran opsi pembelian game dengan harga khusus ini terbatas waktunya. Microsoft dapat mengakhiri penawaran ini kapan saja tanpa pemberitahuan.

Syarat dan Ketentuan

Penawaran opsi pembelian game dengan harga khusus ini terbatas waktunya. Microsoft dapat mengakhiri penawaran ini kapan saja tanpa pemberitahuan.

Magic Match

Mahjong Match

Dynasty

Rack ‘em Road Trip

Galapago

Photo Story 3 untuk Windows

Berikan nafas hidup lebih banyak ke dalam memori favorit dengan Photo Story 3 untuk Windows® dengan menambah gerak, efek, musik, dan masih banyak lagi pada foto digital Anda.

Menangkap memori

Dapatkan gambar-gambar dan simpan dalam sekejap ke dalam PC dengan Windows XP: Mudah mentransfer foto-foto Anda ke dalam PC dari serangkaian produk kamera digital dan pemindai.

Mulailah cerita Anda: Pilih foto dari PC atau koleksi online dan aturlah mereka ke dalam sebuah buku cerita yang mudah dipahami.

Tingkatkan penampilan foto-foto Anda: Hapuslah mata-merah secara otomatis, koreksi pencahayaannya, dan sempurnakan warnanya dengan Smart Re-touch. Lakukan improvisasi sebebasnya dengan mudah – diputar, dipotong, dan masih banyak lagi.

Bawalah foto ke kehidupan

Tambahkan keceriaan dengan gerakan: Biarkan Photo Story menganimasi foto-foto Anda secara otomatis atau ciptakan efek karya Anda sendiri dengan pilihan pan dan zoom. Tambahkan transisi, teks, dan judul untuk membuat cerita Anda nampak profesional.

Tambahkan suara untuk cerita Anda: Personalisasikan pembuatan cerita dengan menambah komentar dalam suara Anda sendiri.

Aturlah musik Anda sendiri: Buatlah soundtrack dengan menggunakan perpustakaan musik Anda, atau buatlah nada-nada orisinal dengan hanya beberapa klik melalui fitur pembuatan musik.

Sebarluaskan Cerita

Hubungi mereka yang dicintai secara online: Photo Story mengurangi ukuran foto Anda tanpa kehilangan kualitas, sehingga Anda dapat dengan mudah menikmati bersama ciptaan Anda lewat Web atau e-mail – Photo Stories membuat sebuah hadiah yang istimewa.

Tontonlah di rumah: Nimati cerita Anda di PC mana pun dengan Windows Media Player 7 atau yang lebih tinggi – atau dengan kemudahan remote control dengan Windows XP Media Center Edition 2005.

Bawalah ke jalan: Nikmati foto Anda pada peralatan portabel yang mendukung Windows Media® Player 10 mobile

Persyaratan Sistem

Diperlukan perangkat keras dan perangkat lunak berikut ini untuk dapat menjalankan Microsoft Photo Story 3 untuk Windows:

  • PC dengan prosesor Intel P3 700-megahertz (MHz) atau yang setara, disarankan menggunakan prosesor Intel P4 1.7-gigahertz (GHz) atau yang setara.
  • 256 megabyte (MB) RAM, disarankan menggunakan 512 MB RAM atau lebih.
  • 400 MB ruang hard disk.
  • Microsoft Windows XP Home Edition, Windows XP Professional, Windows XP Media Center Edition, atau Windows XP Tablet PC Edition.
  • Validasi Windows Asli.
  • Microsoft Windows Media Player 10.
  • Microsoft DirectX 9.0 atau yang lebih tinggi.
  • Video adaptor dan monitor Super VGA (800 x 600) atau dengan resolusi lebih tinggi.
  • Sound card dan speaker yang kompatibel dengan Windows XP.
  • Keyboard dan Microsoft Mouse atau peralatan penunjuk yang kompatibel.
  • Mikrofon untuk merekam narasi.

Download Disini

Microsoft Link Downloads

HTML clipboard

Windows XP Paket Layanan 3

Windows XP Paket Layanan 3 adalah suatu paket layanan yang kumulatif kembali ke paket layanan yang paling baru didukung. Ini berarti bahwa Windows XP Paket Layanan 3 memuat semua berkas yang disertakan dengan Windows XP Paket Layanan 2 (SP2). Jika Anda telah menginstal Windows XP Paket Layanan 3 (SP3), Anda tidak harus menginstal Windows XP SP2.

Catatan Anda harus menginstal Windows XP Paket Layanan 1a atau Windows XP Paket Layanan 2 untuk menginstal Windows XP Paket Layanan 3.

Cara mendapatkan

loadTOCNode(3, ‘moreinformation’); Anda dapat menggunakan Pembaruan Windows atau Pusat Download Microsoft untuk mendapatkan Windows XP Paket Layanan 3 (SP3).

Periksa pembaruan pada Pembaruan Windows

loadTOCNode(3, ‘moreinformation’);

  1. Kunjungi Website Microsoft berikut:
    http://windowsupdate.microsoft.com (http://windowsupdate.microsoft.com)
  2. Klik Instal Ekspres (Disarankan).
  3. Apabila komputer Anda memenuhi syarat, Windows XP SP3 akan menjadi salah satu pembaruan yang terpilih secara otomatis. Klik Instal.
  4. Kaji dan terima Perjanjian Lisensi Pengguna Akhir (EULA).

Windows XP SP3 akan didownload ke komputer Anda, dan Wisaya Penataan Windows XP Paket Layanan 3 akan membantu Anda menginstalnya.

Dapatkan paket layanan Windows XP terbaru dari Pusat Download Microsoft

loadTOCNode(4, ‘moreinformation’); Jika Anda bermasalah dalam mendapatkan paket layanan dari Pembaruan Windows, Anda bisa mendapatkan paket pembaruan berdiri sendiri dari Pusat Download.
Berkas berikut ini tersedia untuk di-download dari Pusat Download Microsoft:

Perkecil gambar iniPerbesar gambar ini

Download

Download paket Windows XP Paket Layanan 3 sekarang. (http://www.microsoft.com/downloads/details.aspx?FamilyId=5B33B5A8-5E76-401F-BE08-1E1555D4F3D4)

Untuk informasi lebih lanjut tentang cara men-download berkas pendukung Microsoft, klik nomor artikel di bawah ini untuk melihat artikel pada Basis Pengetahuan Microsoft:

119591 (http://support.microsoft.com/kb/119591/ ) Cara mendapatkan berkas Dukungan Microsoft dari Layanan Online (Artikel ini mungkin berisi link ke konten berbahasa Inggris (belum diterjemahkan)).

Microsoft memindai berkas untuk virus. Microsoft menggunakan perangkat lunak pendeteksi virus terbaru yang tersedia pada tanggal ketika berkas dikirimkan. Berkas tersebut disimpan pada server aman, yang membantu mencegah segala perubahan tidak sah terhadap berkas.

Daftar perbaikan

loadTOCNode(3, ‘moreinformation’); Untuk informasi lebih lanjut tentang apa yang diperbaiki dalam Windows XP Paket Layanan 3, klik nomor artikel di bawah ini untuk melihat artikel pada Basis Pengetahuan Microsoft:

946480 (http://support.microsoft.com/kb/946480/ ) Daftar pembaruan yang tercantum di dalam Windows XP Paket Layanan 3 (Artikel ini mungkin berisi link ke konten berbahasa Inggris (belum diterjemahkan)).

Catatan peluncuran

loadTOCNode(3, ‘moreinformation’); Untuk informasi lebih lanjut tentang masalah dengan Windows XP Paket Layanan 3, klik nomor artikel di bawah ini untuk melihat artikel pada Basis Pengetahuan Microsoft:

936929 (http://support.microsoft.com/kb/936929/ ) Catatan Peluncuran untuk Calon Peluncuran Windows XP Paket Layanan 3

Cara menentukan versi Windows XP yang sedang Anda jalankan

loadTOCNode(3, ‘moreinformation’); Untuk informasi selengkapnya tentang cara menentukan versi Windows XP yang sedang Anda jalankan, klik nomor artikel berikut ini untuk melihat artikel pada Basis Pengetahuan Microsoft:

310104 (http://support.microsoft.com/kb/310104/ ) Cara Menentukan Versi Windows XP yang Sedang Digunakan (Artikel ini mungkin berisi link ke konten berbahasa Inggris (belum diterjemahkan)).

Sumber tambahan

loadTOCNode(3, ‘moreinformation’); Untuk informasi yang dapat membantu Anda berhasil mendownload dan menginstal Windows XP SP3 pada satu komputer, kunjungi Web site Microsoft berikut ini:http://technet.microsoft.com/en-us/windows/bb794714.aspx

Menggunakan Facebook

Happy Wedding Anniversary

Tak terasa, telah 6 tahun kami hidup bersama. Dari sama sekali tidak kenal, kemudian bisa menjadi begitu akrab dan dekat membuat semua ini sungguh menakjubkan. Sampai sekarang pun aku masih sering terheran-heran dan takjub dengan pertemuan kami. Allahu Akbar. Betapa Maha Besar-nya Dia. Kami tidak saling mengenal sama sekali sebelumnya, bukan hanya tentang diri kami masing-masing, tapi juga tentang kawan dan keluarga pun tidak ada yang kami kenal sama sekali. Tapi benar juga, bahwa pernikahan yang didasari oleh tujuan yang mulia, diantaranya membentuk keluarga dua dimensi, dunia akhirat dan dijalani sesuai dengan prosedur Insya Allah akan memberi kehidupan berumah tangga yang baik. Semoga sampai akhir nanti begitu. Amin.

Maulid Nabi Muhammad SAW, Hikmah Untuk Mengenang Akhlak Nabi

A’uudzu billahi minasy syaithanirrajiim Bismillahirrahmanirrahim Allahumma salli ‘ala sayyidina Muhammadin wa ‘ala aalihi wa sahbihi wasallim

Bulan ini, tepatnya pada tanggal 9 Maret 2009, adalah tepat 12 Rabi-Al-Awwal 1442H pada penanggalan Islam (Hijriah). Pada hari tersebut, Nabi junjungan kita Muhammad dilahirkan. Semoga shalawat serta salam selalu tercurahkan kepada beliau beserta keluarga dan sahabatnya.

Maulid Nabi Muhammad SAW terkadang Maulid Nabi atau Maulud saja, adalah peringatan hari lahir Nabi Muhammad SAW, yang dalam tahun Hijriyah jatuh pada tanggal 12 Rabiul Awal. Kata maulid atau milad adalah dalam bahasa Arab berarti hari lahir. Perayaan Maulid Nabi merupakan tradisi yang berkembang di masyarakat Islam jauh setelah Nabi Muhammad SAW wafat. Secara subtansi, peringatan ini adalah ekspresi kegembiraan dan penghormatan kepada Rasulullah Muhammad SAW.

Hari tersebut, di Indonesia dikenal dengan Maulid Nabi (Milad an Nabi). Maulid Nabi memang bukan hari besar Islam kalau dilihat dari pandangan al Quran dan Hadis. Juga, Nabi sendiri pun tidak menganjurkan harinya diperingati. Tetapi, merujuk pada sejarah, di era kekhalifan juga pernah diadakan peringatan kelahiran Nabi . Untuk itu, sebagai penghormatan, pada hari itulah, kita setidaknya mengingat hari lahirnya Nabi yang kita cintai. Seseorang yang diberi hidayah Allah sebagai penerang dengan membawa ajaran hinggan akhir jaman.

Perayaan Maulid Nabi diperkirakan pertama kali diperkenalkan oleh Abu Said al-Qakburi, seorang gubernur Irbil, di Irak pada masa pemerintahan Sultan Salahuddin Al-Ayyubi (1138-1193). Adapula yang berpendapat bahwa idenya sendiri justru berasal dari Sultan Salahuddin sendiri. Tujuannya adalah untuk membangkitkan kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW, serta meningkatkan semangat juang kaum muslimin saat itu, yang sedang terlibat dalam Perang Salib]] melawan pasukan Kristen Eropa dalam upaya memperebutkan kota Yerusalem.

Di kehidupan masa kini, kita telah mafhum dan mengenal berbagai macam peringatan hari-hari, baik itu hari kenegaraan (nasional) seperti Hari Kemerdekaan, mungkin juga hari Ulang Tahun perusahaan tempat kita bekerja, dan juga sangat banyak yang memperingati hari Ulang Tahun diri sendiri. Peringatan itu tidak harus mewah, besar, dengan mengundang puluhan hingga ratusan orang. Banyak pula yang sekedar merenung, mengulang seluruh kegiatan, baik kegiatan bangsa, kegiatan di perusahaan, atau juga seluruh pekerjaan yang telah dilakukan selama setahun. Dan seluruh renungan itu tidak haram, karena dengan merenung dan mengevaluasi segala pekerjaan kita, kita menjadi manusia yang selalu ingat. Dan apa karunia bagi orang yang ingat? Yaitu diberikan penerang dan hidayah baginya.

Oleh karena itu, sebagai suatu momen penting 12 Rabiul Awwal H, seperti di kampung-kampung, bahkan dijadikan sebagai hari penting—dan Indonesia sendiri pun menjadikan tanggal tersebut sebagai hari libur nasional. Harapan kita, di hari libur itu, juga hari-hari selanjut, bulan selanjut, dan di seluruh hidup kita selanjutnya, kita seterusnya dapat meneladani dan menyikapi hidup kita berdasarkan apa yang diajarkan dan dicontohkan Sang Nabi Kekasih Allah Swt.

“(Yaitu) orang-orang yang mengikut Rasul, Nabi yang ummi yang (namanya) mereka dapati tertulis di dalam Taurat dan Injil yang ada di sisi mereka, yang menyuruh mereka mengerjakan yang ma’ruf dan melarang mereka dari mengerjakan yang mungkar dan menghalalkan bagi mereka segala yang baik dan mengharamkan bagi mereka segala yang buruk dan membuang dari mereka beban-beban dan belenggu-belenggu yang ada pada mereka. Maka orang-orang yang beriman kepadanya, memuliakannya, menolongnya dan mengikuti cahaya yang terang yang diturunkan kepadanya (al-Qur’an), mereka itulah orang-orang yang beruntung.” (QS. Al-A’raa 7:157)

Setelah Nabi sallAllahu ‘alayhi wasallam wafat, seketika itu pula kota Madinah bising dengan tangisan ummat Islam; antara percaya – tidak percaya, Rasul Yang Mulia telah meninggalkan para sahabat. Beberapa waktu kemudian, seorang arab badui menemui Umar dan dia meminta, “Ceritakan padaku akhlak Muhammad!”. Umar menangis mendengar permintaan itu. Ia tak sanggup berkata apa-apa. Ia menyuruh Arab badui tersebut menemui Bilal. Setelah ditemui dan diajukan permintaan yg sama, Bilal pun menangis, ia tak sanggup menceritakan apapun. Bilal hanya dapat menyuruh orang tersebut menjumpai Ali bin Abi Thalib.

Orang Badui ini mulai heran. Bukankah Umar merupakan seorang sahabat senior Nabi, begitu pula Bilal, bukankah ia merupakan sahabat setia Nabi.

Mengapa mereka tak sanggup menceritakan akhlak Muhammad Orang Badui ini mulai heran. Bukankah Umar merupakan seorang sahabat senior Nabi, begitu pula Bilal, bukankah ia merupakan sahabat setia Nabi. Mengapa mereka tak sanggup menceritakan akhlak Muhammad sallAllahu ‘alayhi wasallam. Dengan berharap-harap cemas, Badui ini menemui Ali. Ali dengan linangan air mata berkata, “Ceritakan padaku keindahan dunia ini!.” Badui ini menjawab, “Bagaimana mungkin aku dapat menceritakan segala keindahan dunia ini….” Ali menjawab, “Engkau tak sanggup menceritakan keindahan dunia padahal Allah telah berfirman bahwa sungguh dunia ini kecil dan hanyalah senda gurau belaka, lalu bagaimana aku dapat melukiskan akhlak Muhammad sallAllahu ‘alayhi wasallam, sedangkan Allah telah berfirman bahwa sungguh Muhammad memiliki budi pekerti yang agung! (QS. Al-Qalam[68]: 4)”

Badui ini lalu menemui Siti Aisyah r.a. Isteri Nabi sallAllahu ‘alayhi wasallam yang sering disapa “Khumairah” oleh Nabi ini hanya menjawab, khuluquhu al-Qur’an (Akhlaknya Muhammad itu Al-Qur’an). Seakan-akan Aisyah ingin mengatakan bahwa Nabi sallAllahu ‘alayhi wasallam itu bagaikan Al-Qur’an berjalan. Badui ini tidak puas, bagaimana bisa ia segera menangkap akhlak Nabi kalau ia harus melihat ke seluruh kandungan Qur’an. Aisyah akhirnya menyarankan Badui ini untuk membaca dan menyimak QS Al-Mu’minun [23]: 1-11.

Bagi para sahabat, masing-masing memiliki kesan tersendiri dari pergaulannya dengan Nabi sallAllahu ‘alayhi wasallam. Kalau mereka diminta menjelaskan seluruh akhlak Nabi, linangan air mata-lah jawabannya, karena mereka terkenang akan junjungan mereka. Paling-paling mereka hanya mampu menceritakan satu fragmen yang paling indah dan berkesan dalam interaksi mereka dengan Nabi terakhir ini.

Mari kita kembali ke Aisyah. Ketika ditanya, bagaimana perilaku Nabi sallAllahu ‘alayhi wasallam, Aisyah hanya menjawab, “Ah semua perilakunya indah.” Ketika didesak lagi, Aisyah baru bercerita saat terindah baginya, sebagai seorang isteri. “Ketika aku sudah berada di tempat tidur dan kami sudah masuk dalam selimut, dan kulit kami sudah bersentuhan, suamiku berkata, ‘Ya Aisyah, izinkan aku untuk menghadap Tuhanku terlebih dahulu.’” Apalagi yang dapat lebih membahagiakan seorang isteri, karena dalam sejumput episode tersebut terkumpul kasih sayang, kebersamaan, perhatian dan rasa hormat dari seorang suami, yang juga seorang utusan Allah.

Nabi Muhammad sallAllahu ‘alayhi wasallam jugalah yang membikin khawatir hati Aisyah ketika menjelang subuh Aisyah tidak mendapati suaminya disampingnya. Aisyah keluar membuka pintu rumah. terkejut ia bukan kepalang, melihat suaminya tidur di depan pintu. Aisyah berkata, “Mengapa engkau tidur di sini?” Nabi Muhammmad menjawab, “Aku pulang sudah larut malam, aku khawatir mengganggu tidurmu sehingga aku tidak mengetuk pintu. itulah sebabnya aku tidur di depan pintu.” Mari berkaca di diri kita masing-masing. Bagaimana perilaku kita terhadap isteri kita? Nabi sallAllahu ‘alayhi wasallam mengingatkan, “berhati-hatilah kamu terhadap isterimu, karena sungguh kamu akan ditanya di hari akhir tentangnya.” Para sahabat pada masa Nabi memperlakukan isteri mereka dengan hormat, mereka takut kalau wahyu turun dan mengecam mereka.

Buat sahabat yang lain, fragmen yang paling indah ketika sahabat tersebut terlambat datang ke Majelis Nabi sallAllahu ‘alayhi wasallam. Tempat sudah penuh sesak. Ia minta izin untuk mendapat tempat, namun sahabat yang lain tak ada yang mau memberinya tempat. Di tengah kebingungannya, Rasul sallAllahu ‘alayhi wasallam memanggilnya. Rasul sallAllahu ‘alayhi wasallam memintanya duduk di dekatnya. Tidak cukup dengan itu, Rasul sallAllahu ‘alayhi wasallam pun melipat sorbannya lalu diberikan pada sahabat tersebut untuk dijadikan alas tempat duduk. Sahabat tersebut dengan berlinangan air mata, menerima sorban tersebut namun tidak menjadikannya alas duduk akan tetapi malah mencium sorban Nabi sallAllahu ‘alayhi wasallam tersebut.

Senangkah kita kalau orang yang kita hormati, pemimpin yang kita junjung tiba-tiba melayani kita bahkan memberikan sorbannya untuk tempat alas duduk kita. Bukankah kalau mendapat kartu lebaran dari seorang pejabat saja kita sangat bersuka cita. Begitulah akhlak Nabi sallAllahu ‘alayhi wasallam, sebagai pemimpin ia ingin menyenangkan dan melayani bawahannya. Dan tengoklah diri kita. Kita adalah pemimpin, bahkan untuk lingkup paling kecil sekalipun, sudahkah kita meniru akhlak Rasul Yang Mulia.

Nabi Muhammad sallAllahu ‘alayhi wasallam juga terkenal suka memuji sahabatnya. Kalau kita baca kitab-kitab hadis, kita akan kebingungan menentukan siapa sahabat yang paling utama. Terhadap Abu Bakar, Rasul sallAllahu ‘alayhi wasallam selalu memujinya. Abu Bakar- lah yang menemani Rasul sallAllahu ‘alayhi wasallam ketika hijrah. Abu Bakarlah yang diminta menjadi Imam ketika Rasul sallAllahu ‘alayhi wasallam sakit. Tentang Umar, Rasul sallAllahu ‘alayhi wasallam pernah berkata, “Syetan saja takut dengan Umar, bila Umar lewat jalan yang satu, maka Syetan lewat jalan yang lain.” Dalam riwayat lain disebutkan, “Nabi sallAllahu ‘alayhi wasallam bermimpi meminum susu. Belum habis satu gelas, Nabi sallAllahu ‘alayhi wasallam memberikannya pada Umar yang meminumnya sampai habis. Para sahabat bertanya, Ya Rasul apa maksud (ta’wil) mimpimu itu? Rasul sallAllahu ‘alayhi wasallam menjawab “ilmu pengetahuan.”
Tentang Utsman, Rasul sallAllahu ‘alayhi wasallam sangat menghargai Utsman karena itu Utsman menikahi dua putri Nabi sallAllahu ‘alayhi wasallam, hingga Utsman dijuluki Dzu an-Nurain (pemilik dua cahaya). Mengenai Ali, Rasul sallAllahu ‘alayhi wasallam bukan saja menjadikannya ia menantu, tetapi banyak sekali riwayat yang menyebutkan keutamaan Ali. “Aku ini kota ilmu, dan Ali adalah pintunya.” “Barang siapa membenci Ali, maka ia merupakan orang munafik.”

Lihatlah diri kita sekarang. Bukankah jika ada seorang rekan yang punya sembilan kelebihan dan satu kekurangan, maka kita jauh lebih tertarik berjam-jam untuk membicarakan yang satu itu dan melupakan yang sembilan. Ah…ternyata kita belum suka memuji; kita masih suka mencela. Ternyata kita belum mengikuti sunnah Nabi.

Saya pernah mendengar ada seorang ulama yang mengatakan bahwa Allah pun sangat menghormati Nabi Muhammad sallAllahu ‘alayhi wasallam. Buktinya, dalam Al-Qur’an Allah memanggil para Nabi dengan sebutan nama: Musa, Ayyub, Zakaria, dll. tetapi ketika memanggil Nabi Muhammad sallAllahu ‘alayhi wasallam, Allah menyapanya dengan “Wahai Nabi”. Ternyata Allah saja sangat menghormati beliau.

Para sahabat pun ditegur oleh Allah ketika mereka berlaku tak sopan pada Nabi sallAllahu ‘alayhi wasallam. Alkisah, rombongan Bani Tamim menghadap Rasul sallAllahu ‘alayhi wasallam. Mereka ingin Rasul sallAllahu ‘alayhi wasallam menunjuk pemimpin buat mereka. Sebelum Nabi sallAllahu ‘alayhi wasallam memutuskan siapa, Abu Bakar berkata: “Angkat Al-Qa’qa bin Ma’bad sebagai pemimpin.” Kata Umar, “Tidak, angkatlah Al-Aqra’ bin Habis.” Abu Bakar berkata ke Umar, “Kamu hanya ingin membantah aku saja,” Umar menjawab, “Aku tidak bermaksud membantahmu.” Keduanya berbantahan sehingga suara mereka terdengar makin keras. Waktu itu turunlah ayat: “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mendahului Allah dan Rasul-Nya. Takutlah kamu kepada Allah. Sesungguhnya Allah maha Mendengar dan maha Mengetahui. Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu menaikkan suaramu di atas suara Nabi. janganlah kamu mengeraskan suara kamu dalam percakapan dengan dia seperti mengeraskan suara kamu ketika bercakap sesama kamu. Nanti hapus amal- amal kamu dan kamu tidak menyadarinya” (QS. Al-Hujurat 1-2)

Setelah mendengar teguran itu Abu Bakar berkata, “Ya Rasul Allah, demi Allah, sejak sekarang aku tidak akan berbicara denganmu kecuali seperti seorang saudara yang membisikkan rahasia.” Umar juga berbicara kepada Nabi sallAllahu ‘alayhi wasallam dengan suara yang lembut. Bahkan konon kabarnya setelah peristiwa itu Umar banyak sekali bersedekah, karena takut amal yang lalu telah terhapus. Para sahabat Nabi sallAllahu ‘alayhi wasallam takut akan terhapus amal mereka karena melanggar etiket berhadapan dengan Nabi sallAllahu ‘alayhi wasallam.

Dalam satu kesempatan lain, ketika di Mekkah, Nabi sallAllahu ‘alayhi wasallam didatangi utusan pembesar Quraisy, Utbah bin Rabi’ah. Ia berkata pada Nabi sallAllahu ‘alayhi wasallam, “Wahai kemenakanku, kau datang membawa agama baru, apa yang sebetulnya kau kehendaki. Jika kau kehendaki harta, akan kami kumpulkan kekayaan kami, Jika Kau inginkan kemuliaan akan kami muliakan engkau. Jika ada sesuatu penyakit yang dideritamu, akan kami carikan obat. Jika kau inginkan kekuasaan, biar kami jadikan engkau penguasa kami”

Nabi sallAllahu ‘alayhi wasallam mendengar dengan sabar uraian tokoh musyrik ini. Tidak sekalipun beliau membantah atau memotong pembicaraannya. Ketika Utbah berhenti, Nabi sallAllahu ‘alayhi wasallam bertanya, “Sudah selesaikah, Ya Abal Walid?” “Sudah.” kata Utbah. Nabi sallAllahu ‘alayhi wasallam membalas ucapan utbah dengan membaca surat Fushilat. Ketika sampai pada ayat sajdah, Nabi sallAllahu ‘alayhi wasallam pun bersujud. Sementara itu Utbah duduk mendengarkan Nabi sampai menyelesaikan bacaannya.

Peristiwa ini sudah lewat ratusan tahun lalu. Kita tidak heran bagaimana Nabi sallAllahu ‘alayhi wasallam dengan sabar mendengarkan pendapat dan usul Utbah, tokoh musyrik. Kita mengenal akhlak nabi dalam menghormati pendapat orang lain. Inilah akhlak Nabi dalam majelis ilmu. Yang menakjubkan sebenarnya adalah perilaku kita sekarang. Bahkan oleh si Utbbah, si musyrik, kita kalah. Utbah mau mendengarkan Nabi sallAllahu ‘alayhi wasallam dan menyuruh kaumnya membiarkan Nabi sallAllahu ‘alayhi wasallam berbicara. Jangankan mendengarkan pendapat orang kafir, kita bahkan tidak mau mendengarkan pendapat saudara kita sesama muslim. Dalam pengajian, suara pembicara kadang-kadang tertutup suara obrolan kita. Masya Allah!

Ketika Nabi sallAllahu ‘alayhi wasallam tiba di Madinah dalam episode hijrah, ada utusan kafir Mekkah yang meminta janji Nabi sallAllahu ‘alayhi wasallam bahwa Nabi sallAllahu ‘alayhi wasallam akan mengembalikan siapapun yang pergi ke Madinah setelah perginya Nabi sallAllahu ‘alayhi wasallam. Selang beberapa waktu kemudian. Seorang sahabat rupanya tertinggal di belakang Nabi sallAllahu ‘alayhi wasallam. Sahabat ini meninggalkan isterinya, anaknya dan hartanya. Dengan terengah-engah menembus padang pasir, akhirnya ia sampai di Madinah. Dengan perasaan haru ia segera menemui Nabi sallAllahu ‘alayhi wasallam dan melaporkan kedatangannya. Apa jawab Nabi sallAllahu ‘alayhi wasallam? “Kembalilah engkau ke Mekkah. Sungguh aku telah terikat perjanjian. Semoga Allah melindungimu.” Sahabat ini menangis keras. Bagi Nabi sallAllahu ‘alayhi wasallam janji adalah suatu yang sangat agung. Meskipun Nabi sallAllahu ‘alayhi wasallam merasakan bagaimana besarnya pengorbanan sahabat ini untuk berhijrah, bagi Nabi sallAllahu ‘alayhi wasallam janji adalah janji; bahkan meskipun janji itu diucapkan kepada orang kafir. Bagaimana kita memandang harga suatu janji, merupakan salah satu bentuk jawaban bagaimana perilaku Nabi sallAllahu ‘alayhi wasallam telah menyerap di sanubari kita atau tidak.

Dalam suatu kesempatan menjelang akhir hayatnya, Nabi sallAllahu ‘alayhi wasallam berkata pada para sahabat, “Mungkin sebentar lagi Allah akan memanggilku, aku tak ingin di padang mahsyar nanti ada diantara kalian yang ingin menuntut balas karena perbuatanku pada kalian. Bila ada yang keberatan dengan perbuatanku pada kalian, ucapkanlah!” Sahabat yang lain terdiam, namun ada seorang sahabat yang tiba-tiba bangkit dan berkata, “Dahulu ketika engkau memeriksa barisan di saat ingin pergi perang, kau meluruskan posisi aku dengan tongkatmu. Aku tak tahu apakah engkau sengaja atau tidak, tapi aku ingin menuntut qishash hari ini.” Para sahabat lain terpana, tidak menyangka ada yang berani berkata seperti itu. Kabarnya Umar langsung berdiri dan siap “membereskan” orang itu. Nabi sallAllahu ‘alayhi wasallam pun melarangnya. Nabi sallAllahu ‘alayhi wasallam pun menyuruh Bilal mengambil tongkat ke rumah beliau. Siti Aisyah yang berada di rumah Nabi sallAllahu ‘alayhi wasallam keheranan ketika Nabi sallAllahu ‘alayhi wasallam meminta tongkat. Setelah Bilal menjelaskan peristiwa yang terjadi, Aisyah pun semakin heran, mengapa ada sahabat yang berani berbuat senekad itu setelah semua yang Rasul sallAllahu ‘alayhi wasallam berikan pada mereka.

Rasul memberikan tongkat tersebut pada sahabat itu seraya menyingkapkan bajunya, sehingga terlihatlah perut Nabi sallAllahu ‘alayhi wasallam. Nabi sallAllahu ‘alayhi wasallam berkata, “Lakukanlah!”

Detik-detik berikutnya menjadi sangat menegangkan. Tetapi terjadi suatu keanehan. Sahabat tersebut malah menciumi perut Nabi sallAllahu ‘alayhi wasallam dan memeluk Nabi seraya menangis, “Sungguh maksud tujuanku hanyalah untuk memelukmu dan merasakan kulitku bersentuhan dengan tubuhmu!. Aku ikhlas atas semua perilakumu wahai Rasulullah”. Seketika itu juga terdengar ucapan, “Allahu Akbar” berkali-kali. Sahabat tersebut tahu, bahwa permintaan Nabi sallAllahu ‘alayhi wasallam itu tidak mungkin diucapkan kalau Nabi sallAllahu ‘alayhi wasallam tidak merasa bahwa ajalnya semakin dekat. Sahabat itu tahu bahwa saat perpisahan semakin dekat, ia ingin memeluk Nabi sallAllahu ‘alayhi wasallam sebelum Allah memanggil Nabi sallAllahu ‘alayhi wasallam ke hadirat-Nya.

Suatu pelajaran lagi buat kita. Menyakiti orang lain baik hati maupun badannya merupakan perbuatan yang amat tercela. Allah tidak akan memaafkan sebelum yang kita sakiti memaafkan kita. Rasul sallAllahu ‘alayhi wasallam pun sangat hati-hati karena khawatir ada orang yang beliau sakiti. Khawatirkah kita bila ada orang yang kita sakiti menuntut balas nanti di padang Mahsyar di depan Hakim Yang Maha Agung ditengah miliaran umat manusia? Jangan-jangan kita menjadi orang yang muflis. Na’udzu billah…..

Nabi Muhammad sallAllahu ‘alayhi wasallam ketika saat haji Wada’, di padang Arafah yang terik, dalam keadaan sakit, masih menyempatkan diri berpidato. Di akhir pidatonya itu Nabi sallAllahu ‘alayhi wasallam dengan dibalut sorban dan tubuh yang menggigil berkata, “Nanti di hari pembalasan, kalian akan ditanya oleh Allah apa yang telah aku, sebagai Nabi, perbuat pada kalian. Jika kalian ditanya nanti, apa jawaban kalian?” Para sahabat terdiam dan mulai banyak yang meneteskan air mata. Nabi sallAllahu ‘alayhi wasallam melanjutkan, “Bukankah telah kujalani hari-hari bersama kalian dengan lapar, bukankah telah kutaruh beberapa batu diperutku karena menahan lapar bersama kalian, bukankah aku telah bersabar menghadapi kejahilan kalian, bukankah telah kusampaikan pada kalian wahyu dari Allah…..?” Untuk semua pertanyaan itu, para sahabat menjawab, “Benar ya Rasul!”

Rasul sallAllahu ‘alayhi wasallam pun mendongakkan kepalanya ke atas, dan berkata, “Ya Allah saksikanlah…Ya Allah saksikanlah…Ya Allah saksikanlah!”. Nabi sallAllahu ‘alayhi wasallam meminta kesaksian Allah bahwa Nabi telah menjalankan tugasnya. Di pengajian ini saya pun meminta Allah menyaksikan bahwa kita mencintai Rasulullah sallAllahu ‘alayhi wasallam. “Ya Allah saksikanlah betapa kami mencintai Rasul-Mu, betapa kami sangat ingin bertemu dengan kekasih-Mu, betapa kami sangat ingin meniru semua perilakunya yang indah; semua budi pekertinya yang agung, betapa kami sangat ingin dibangkitkan nanti di padang Mahsyar bersama Nabiyullah Muhammad, betapa kami sangat ingin ditempatkan di dalam surga yang sama dengan surganya Nabi kami. Ya Allah saksikanlah…Ya Allah saksikanlah Ya Allah saksikanlah”

Sumber :
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
http://www.pesantrenvirtual.com
http://bacaanhikmah.blogspot.com
http://swaramuslim.net

Udah Bayar Pajak Belom?

Liu Xiaoqing, seorang artis terkenal China pernah dijebloskan ke penjara karena penggelapan pajak. Begitu tegasnya pemerintah China menegakkan peraturan perpajakan. Tak peduli artis, pejabat, pengusaha, atau siapa pun yang coba-coba memanipulasi nilai pajakyang harus dibayarkan kepada negara, akan berurusan dengan hukum. 

Bagaimana dengan kita? Apakah kita sudah sadar membayar pajak, BTW kewajiban atao beban ya?
Download Form SPT Tahunan Orang Pribadi Bagi anda yang sadar Pajak…

Leadership Management Training

Leadership Management Training tanggal 25 s/d 27 Feb 2009 kemaren, COOL Pisan EUY….